John Gray, Ph.D dan Sy. Khadijah

Posted by missunita on Sunday Aug 22, 2010 Under Curhatan, Psikologi

John Gray - the best selling relationship author of all time- introduces his most exciting and groundbreaking book yet, “Venus on Fire, Mars on Ice: Hormonal Balance - The Key to Life, Love & Energy.” This book is the subject of a brand new Public Television special by the same name, kicked off on New York’s distinguished station, WLIW, December 2009 — http://home.marsvenus.com/meetjohngray.htm

????? ??? ????? ? ?? ???? ??? ?? ? ????? ???? — ?????? ???????

Sy. Khadijah bintu Khuwailid : Beliau adalah sebaik-baiknya wanita (istri) dan paling dicintai olehnya (Rasulullah SAW). — Dzakirah Musyarifah

Dua tokoh ini hidup di jaman yang berbeda dan (mungkin) tidak mengenal satu sama lainnya. Tapi saya belajar beberapa hal penting dari keduanya. Insight ini saya dapatkan beberapa kali ketika saya membaca karya monumental John Gray - Men are From Mars, Women are From Venus- sebagai referensi untuk mengisi materi pembekalan pernikahan beberapa waktu lalu. Seketika saat mengingat figur Sy. Khadijah -istri yang paling dicintai oleh Rasulullah, menggugah saya untuk membuka lagi beberapa lembar halaman Sirah Shahibiyah (Kisah Sahabat Wanita Rasul SAW). Ternyata apa yang telah diteliti Dr. Gray memang telah nyata dipraktekkan oleh Sy. Khadijah. Read More

Tags : | add comments

Menjadi JUARA !!!

Posted by missunita on Monday Jul 12, 2010 Under Kids

Postingan ini sudah ada di kepala sejak beberapa waktu lalu. Memang dirancang mo ditampilkan buat menyambut tahun ajaran baru. Harapannya buat yang membaca hari ini (khususnya para guru, orang tua, tante, om…atau siapapun bisa terinspirasi). Kalaupun tidak bisa menghibur deh….hehehehe *maksa….

Saya terkesan dengan hampir seluruh karya Madam Enid Blyton, salah satunya yang membekas untuk diingat adalah kisah Mary-Si Anak Terbelakang. (bisa ditemukan di buku Anak dalam Cermin karya Enid Blyton, terbitan PT Gramedia). Gini nih singkat ceritanya…

” Ada seorang anak bernama Mary yang selalu ketinggalan pelajaran. Daya ingatnya lemah sekali. Ditambah lagi kondisi kesehatannya buruk sehingga Ia sering bolos sekolah. Akibatnya si Mary sering ketinggalan pelajaran dan selalu jadi urutan terakhir di setiap pelajaran. Si Mary ingin sekali menyenangkan hati orang tuanya dan berusaha untuk belajar segiat mungkin. Sayangnya, karena dasarnya kemampuannya sudah terbatas, Mary selalu gagal melampaui prestasi teman-temannya. Mary merasa putus asa dan menyesali nasibnya. Read More

Tags : | add comments

Perempuan Harus Pintar (dan Berilmu)

Posted by missunita on Sunday Jun 13, 2010 Under Uncategorized

Kemarin saya sempat mencuri dengar percakapan seorang bapak dan ibu yang sedang menunggui putranya bersekolah. Lazimnya obrolan orangtua, bahan perbincangan seputar keluarga dan pengasuhan anak. Saya tidak terlalu memperhatikan isi pembicarannya, sehingga tidak mengikuti jelas arahnya. Saya baru memperhatikan ketika si Bapak tersebut mencetuskan kerisauannya karena perempuan sekarang lebih banyak sibuk di luar rumah, sampai terkadang urusan domestik rumah tangga terabaikan. Bapak tersebut juga merisaukan arguman kebanyakan perempuan yang kurang lebih intinya begini “Saya kan udah disekolahin orang tua tinggi-tinggi, masa’ cuma di rumah aja. Kaya’ gak balas jasa ke orang tua“. Si ibu -yang jadi lawan bicara bapak tersebut- hanya diam. (Posisi saya membelakangi kedua orang itu, jadi gak bisa mengamati jelas bahasa tubuh masing-masing). Di akhir perbincangan, si ibu cuma bilang saya juga kerja di luar rumah. Dan perbincangan selesai. (Saya jadi membayangkan si ibu bete merasa diceramahin sama si bapak, yang seakan-akan menyalahkan perempuan yang bersekolah tinggi dan akhirnya bekerja di luar rumah atas nama ilmu tinggi yang ia peroleh dari proses pendidikannya).

Ungkapan karena udah sekolah tinggi-tinggi masa’ cuma di rumah aja, mungkin tidak asing di telinga kita. Jujur, saya pun pernah berprinsip seperti itu. Kebetulan orang tua saya punya perhatian besar terhadap pendidikan formal saya. Sehingga, asal mau, kalau saya mau sekolah kemana aja akan disupport. Dulu saya berpikir, saya bersekolah biar bisa mendapatkan pekerjaan yang selayak-layaknya dan sebaik-baiknya. Belum sempat tujuan itu tercapai, saya dihadapkan oleh berbagai realita yang kemudian memutar balikkan prinsip tersebut. Realita yang kemudian mendorong berbagai pertanyaan, utamanya “Terus buat apa perempuan sekolah tinggi-tinggi?

Kebetulan pagi ini saya membaca tulisan seorang sahabat di sini. Yaa…dalam tulisan itu, Mbak Wulan telah mengemukakan suatu argumen yang kurang lebih sesuai dengan apa yang ada di benak saya. Salah satu target utama seorang perempuan harus berpendidikan (tinggi) adalah agar dapat mengajarkan ilmu tersebut ke lingkungan terdekatnya, keluarga. Yaa…itu tujuan minimal. Untuk bekerja a.k.a mencari uang?? Itu bukan tujuan utama. Read More

Tags : | 1 comment

Waktu Aku Belajar Membaca….(part 2)

Posted by missunita on Friday May 7, 2010 Under Curhatan, Learning

Yup…saya akan membayar janji untuk melanjutkan cerita di posting sebelumnya. Kalau belum baca silahkan klik disini.

Ceritanya saya sampai pada masa mampu merangkai huruf. Tapi terus terang sampai masuk SD saya belum bisa membaca. Alhamdulillah, SD saya dulu tidak memasukkan kriteria “bisa membaca” sebagai salah satu bentuk seleksinya. Memang ada proses seleksi, berupa wawancara kelompok. Dalam wawancara itu saya ditanya identitas pribadi serta keluarga. Terus diminta menyanyi dan ditanya rasa buah-buahan.  Saya juga diminta melipat menggunakan kertas lipat yang telah disediakan. Alhamdulillah, saya diterima di SD tersebut. FYI, SD saya itu adalah salah satu SD unggulan di kampung halaman. :)

Oke…setelah itu saya masuk ke masa-masa SD. Di situlah saya banyak belajar membaca. Yaa…wali kelas saya dengan telaten mengajarkan membaca dan menulis. Tentu juga berhitung. Beliau jarang sekali menggunakan buku penunjang. Di masa itu yang berjaya adalah kisah Keluarga Budi yang identik dengan “Ini Budi”, “Ini Bapak Budi” dan “Wati kakak Budi”. Wali kelas saya lebih memilih menciptakan keluarga lain. Tokohnya seorang perempuan bernama Mama. (Denger denger, wali kelas saya ini tidak terlalu suka dengan semakin banyaknya anak-anak yang memanggil ibunya dengan sebutan Mama. Menurut beliau kurang “Indonesia”. Hehehe…). Buat saya yang baru belajar membaca, tentu Mama lebih mudah dieja daripada Budi. Read More

Tags : | 2 comments

Waktu Aku Belajar Membaca….(part 1)

Posted by missunita on Sunday Apr 18, 2010 Under Curhatan, Kids, Learning

Akhir bulan lalu, saya punya kesempatan untuk berlama-lama berdua dengan ibu tersayang. Ibu saya sempat mengenang beberapa kenangan masa kecil saya. :). Salah satu kenangan yang diceritakan ibu adalah masa saya belajar membaca. Sayapun lalu mengumpulkan serpihan-serpihan memori mengenai masa-masa saya belajar membaca dulu.

Dulu saya bersekolah di suatu TK yang “biasa-biasa” saja. Kenapa biasa?? Yaa…di TK itu kegiatannya memang hanya bermain saja. Berbeda dengan model TK jaman sekarang yang muatannya “ekstra” heboh….mulai belajar membaca, menulis, berhitung, bahasa asing, dan lain sebagainya. Yang saya ingat di masa TK itu lebih banyak (atau memang mungkin semua kegiatannya) bermain. Dari main ayunan, main perosotan, main tanah, main malam (playdough), menyusun rantai, menggambar, finger painting, main cat…dan lain sebagainya. Memang kebanyakan adalah aneka kegiatan prakarya.

Hampir tidak saya ingat ada kegiatan belajar membaca atau kegiatan yang menggunakan media paper and pencil untuk menulis. Seingat saya, memang guru saya mengenalkan huruf dan angka. Tapi saya tidak pernah ingat merasa terbebani untuk harus menulis atau menghapalkanya. Apalagi punya tugas (dan PR) untuk menulis atau berhitung. Akibatnya sampai lulus TK saya belum bisa membaca. FYI…saya lulus TK ketika berusia 6 tahun 3 bulan.

Panikkah orang tua saya??? Menurut ibu waktu itu beliau sempat panik. Maklum rencananya saya akan dimasukkan ke sebuah sekolah favorit di kota kecil saya. Khawatir saya tidak diterima karena belum bisa membaca…bahkan tidak kenal urutan huruf. Sedangkan di masa itu ada beberapa TK yang sudah menyiapkan murid-muridnya untuk membaca dan menulis. (hhmm….berarti sindrom-sindromnya sudah keliatan sejak era akhir 80an deh…). Read More

Tags : | 2 comments