Sahur Bersama Barney
Posted by missunita on Thursday Sep 17, 2009 Under KidsMembaca postingan di blog tetangga tentang ini, saya jadi tertohok. LAZY BLOGGER. wkwkwk…gue banget…*baca dengan aksen jawa yang kental…:P. Oke deh, saya jadi terdorong buat buka-buka draft yang belum selesai. Ternyata ada beberapa cerita yang pengen saya bagi tapi gagal diselesaikan…jadinya mangkrak di folder draft. Akhirnya saya pilih salah satu tema tentang acara tivi yang setia menemani sahur saya.

Di ramadhan ini, acara televisi yang rajin menemani sahur saya adalah sesi Music Time di Playhouse Disney (kecuali ada tanding bola…saya harus ngalah sama hubby :P). Ini juga sekaligus menikmati detik-detik terakhir langganan tivi kabel gratis…sayang dong, mo dicabut gak dipake….*gagmorugidotcom*
Kebetulan acara favorit saya tayang jam 3 pagi…yaitu Barney and Friends. Jujur aja jadi mengingatkan masa-masa indah saya menemani anak-anak balita bermain 2 tahun lalu. Acara ini biasanya jadi salah satu rujukan buat cari ide kegiatan atau lagu berbahasa Inggris. Hubby yang baru kenal acara ini aja juga langsung jatuh cinta sama si dino ungu gendut lucu. Biasanya kita jadi sukses cekikikan lihat gaya mereka. Lumayan mengusir ngantuk sambil nunggu Imsak dan Subuh.
Kebetulan juga setelah acara ini ada acara Fun Song Factory. Acara ini juga cukup menarik walau formatnya cukup sederhana. Cuma acara nyanyi dan nari yang menghadirkan penonton anak-anak. Penonton anak-anak selalu heboh ikut menyanyi dan menari mengikuti sajian di atas panggung. Heboh bangettz deh…!
Buat pemirsa dewasa juga cukup asyik karena yang nyanyi selalu tampil gaya, chic, and seksiĀ *uupss…puasa yah…:P*
![]()
Yang sering jadi obrolan antara saya dan hubby adalah betapa kurang beruntungnya anak-anak Indonesia yang kurang memiliki jatah tayangan ramah anak semacam itu. Coba kalau kita intip tayangan tivi nasional…ckckckck…:( Anak-anak di sekitar rumah saya aja sudah sangat familiar dan menikmati acara semacam Ter*****-***ek atau sejenisnya. Ada juga tayangan untuk anak bertalenta di bidang tarik suara tapi ujung-ujungnya malah lebih untuk kepentingan orang dewasa. Dipenuhi lagu-lagu dewasa dan diwarnai ambisi para orang tua.
Dulu sih ada Si Komo, yang mungkin kalau dikembangkan bisa jadi model Si Barney itu. Entah kenapa kok gak ada yang tertarik buat mengembangkan. Mungkin juga sebenarnya ajang anak-anak berbakat menyanyi bisa diarahkan untuk membuat format acara seperti Fun Song Factory. Hmmm…pasti bukan hanya bermanfaat buat penonton anak-anaknya tapi juga lebih ramah buat penyajinya (daripada mereka harus menyanyikan lagu-lagu dewasa dengan syair yang kadang belum benar-benar bisa mereka pahami).
Lagu-lagu anak Indonesia juga sebenarnya cukup banyak yang menarik dan mendidik. Coba aja tilik koleksi Pak AT Mahmud. Acara musik buat anak-anak seperti Barney dan Fun Song Factory juga tidak menampilkan lagu-lagu baru saja, bahkan banyak lagu-lagunya yang sudah dikenal semua anak. Karena mereka sudah familiar dengan lagunya, hampir semua penonton bisa terlibat dan menikmati acaranya. Hmmm…menarik ya…?? Paling tidak menarik bagi saya dan hubby. Sayangnya, kita belum punya…
*berharap ada orang tivi yang membaca dan jadi punya ide bikin acara menarik buat anak…lumayan lho, kalau digemari kan bisa dijual dalam bentuk CD seperti Barney and Friends yang laris manis. Dan yang jelas peneliti di Yale University telah merekomendasikan tayangan ini sebagai “model of what preschool televion must be”…



September 19th, 2009 at 5:22 am
Karena tayangan bermutu tidak laku dijual ke pengiklan, niet makanya sedikit sekali orang Indonesia yang mau membuat acara tv untuk anak yang bermutu —> dilihat dari sudut pandang ekonomi nih!
October 11th, 2009 at 6:20 am
Blog keren.
Kok lama ndak ada new post?
Salam silatuirahim.